5 Pengetahuan Baru Tentang Produktivitas
Alexander Kjerulf memberikan 5 Pengetahuan Baru Tentang Produktivitas :
1. Produktivitas akan mengalami perbedaan dari hari ke hari. Ini normal. Di era Industri, produksi dan output bisa dijadwalkan dengan mudah.
Contohnya, kalau Anda tahu besok pabrik buka selama X jam, maka Anda akan memproduksi Y produk. Tetapi untuk knowledge workers, kita tidak pernah tahu di hari sebelumnya bila besok:
- Anda akan memiliki ide yang sangat luar biasa yang akan memotong waktu pekerjaan untuk diri Anda dan tim Anda selama seminggu.
- Anda akan bekerja sangat padat selama 12 jam.
- Atau, duduk di depan komputer selama 8 jam bengong.
- Menemukan sebuah kesalahan/krisis yang membutuhkan berhari-hari untuk mengatasinya.
Variasi ini normal, walaupun bisa menjadi sedikit frustrasi
Tetapi, ini juga memberitahukan Anda bahwa Anda sebaiknya tidak menilai produktivitas Anda dari banyaknya hasil yang Anda capai setiap harinya, tetapi dari hasil rata-rata dalam jangka waktu beberapa hari.
2. Bekerja lebih banyak jam, lebih sedikit yang diselesaikan. Oh ya? Setiap kali Anda merasa Anda merasa harus lembur untuk catch up – mengejar ketinggalan Anda, jangan! Ingat hal-hal ini:
- Kesalahan meningkat sebanyak 10% setelah bekerja 8 jam dan 28% setelah bekerja 10 jam.
- Produktivitas menurun setengahnya setelah 8 jam bekerja.
Apa yang terjadi? Biaya untuk lembur menjadi tidak efektif karena membutuhkan 2 kali lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan yang sama.
3. Bekerja lebih keras berarti menyelesaikan lebih sedikit. Di era Industri, meningkatkan usaha berarti meningkatkan produktivitas. Sayangnya ini tidak bisa disamakan di masa sekarang. Anda tidak bisa memaksakan kreatifitas, pengucapan yang indah, penulisan yang menarik, cara berpikir yang jernih ataupun belajar dengan cepat. Malah, bekerja lebih keras malah membalikkan efeknya sehingga lebih sedikit yang bisa diproduksi.
Oh, jadi cara bekerjanya bagaimana? Nanti kita bahas ya.
4. Menunda bisa menjadi sesuatu hal yang baik. Ketika Anda memiliki to-do-list A, B, C, D, E, banyak yang mengatakan kita harus melakukannya sesuai dengan prioritas urgensi. Sayangnya knowledge workers tidak bekerja seperti itu. Terkadang kita sedang mood untuk melakukan A karena mudah dan lebih menyenangkan. Terkadang juga A sangat tidak menyenangkan dan untuk memaksakan diri Anda untuk mengerjakannya rasanya seperti ingin memotong tangan sendiri. Anda tetap harus menyelesaikannya, hanya Anda harus menjadi sangat pandai dalam menjadwalkan waktu, rileks dan istirahat, dibandingkan memaksa diri Anda melakukan sesuatu ketika Anda sedang lelah, penat, sedih maupun emosi.
Dan yang terakhir… dan yang terpenting adalah…
5. Happiness is the ultimate productivity enhancer! Kebahagiaan adalah pemerkuat produktivitas yang terbaik. Apa?
KEBAHAGIAAN? Yes! “Penelitian menunjukkan secara konsisten bahwa perusahaan yang bahagia jauh lebih produktif, kreatif dan fokus kepada layanan dibandingkan perusahaan lain. Artinya, perusahaan yang bahagia akan terus mengalahkan perusahaan-perusahaan yang tidak happy. Masa depan bisnis adalah happy! Ini tidak dapat dipungkiri lagi!” – Alexander Kjerulf
Aha! Jadi kuncinya ada di… kebahagiaan.
Sumber : http://positivesharing.com/2010/02/5-new-rules-of-productivity/
Semoga bermanfaat,
Muliardy Banun
Sphere: Related Content




















wah dapat motivasi dan menjadi tambah semangat, makasih
1hidup ini mencari kebahagian dunia akherat
2Bisa ngilangin jenuh ni dgn artikelnya. Motivasi baru! Keren!
3