Muliardy Banun Online

Informasi Bisnis Online
Subscribe

Kita Harus Belajar Dari Jepang Dalam Menghadapi Bencana

March 19, 2011 By: Muliardy Banun Category: Bencana Alam

Tsunami Jepang

Kita Harus Belajar Dari Jepang Dalam Menghadapi Bencana.

Membaca berita di Internet dan juga liputan media-media baik TV maupun Koran, banyak sekali diulas mengenai kehebatan Jepang menghadapi bencana.

Dunia seperti sedang belajar ketika menyaksikan ketabahan, kesabaran, keuletan, bahkan kebersamaan bangsa Jepang ketika menghadapi bencana. Dunia pun memuji Jepang sebagai bangsa yang sungguh beradab dan kuat.

Namun, bencana Jepang tidak hanya mengajar kita mengenai ketabahan, kesabaran, keuletan, dan kebersamaan saja. Ada banyak hal juga yang bisa kita pelajari dari bencana Jepang. Apa lagi yang bisa kita pelajari dari bencana ini?

Jepang adalah negara yang – harus diakui – cukup hebat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai negara yang sering dihajar gempa dan tsunami, Jepang bisa dikatakan cukup siap menghadapi gempa dan tsunami. Bukan hanya dari sisi kesiapan rakyat Jepang yang sangat terlatih menghadapi bencana, namun juga kesiapan dari sisi teknologi.

Bangunan-bangunan di Jepang pada umumnya sudah dibangun dengan struktur tahan gempa. Sejak gempa Kobe tanggal 17 Januari 1995 yang berkekuatan 7,2 SR dan menelan korban 6.433 jiwa, pemerintah Jepang telah merevisi beberapa peraturan termasuk peraturan gempa, khususnya untuk bagunan bertingkat tinggi. Hasilnya terlihat jelas dalam gempa berkekuatan 8,9 SR tanggal 11 Maret 2011 yang lalu. Secara kasat mata terlihat jelas bahwa tingkat kerusakan bangunan pada gempa kali ini, terutama gedung bertingkat tinggi, jauh lebih rendah dibandingkan gempa Kobe tahun 1995. Padahal, gempanya jauh lebih kuat, meskipun indikator kuatnya gempa belum bisa dijadikan ukuran pasti karena masih ada faktor lain yang mempengaruhi tingkat kerusakan bangunan, seperti jarak titik pusat gempa, daya dukung tanah, dan sebagainya.

Namun ternyata, segala pengetahuan dan teknologi tinggi yang dimiliki Jepang tidak bisa banyak menolong ketika bencana itu datang. Dari bencana Jepang kita bisa belajar bahwa ternyata kehebatan ilmu pengetahuan tidak berdaya menghadapi alam.

Berkaca dari Bencana di Jepang yang menghasilkan multi efek bencana yang begitu dahsyatnya, Indonesia seharusnya semakin waspada. Dengan kondisi geologi yang sangat rawan bencana, baik gempa maupun tsunami, Indonesia harus memetik sebanyak mungkin hikmah dari bencana Jepang. Salah satunya adalah mulai menerapkan perencanaan yang tepat dengan memperhitungkan akibat atau resiko terbesar yang mungkin terjadi akibat perencanaan itu.

Dalam setiap keputusan mengenai suatu perencanaan akan selalu ada resiko. Yang menjadi soal tergantung resiko bagaimana yang ingin kita terima atau resiko bagaimana yang mampu kita pikul.

Sebagai contoh, dalam perencanaan kota yang terletak di tepi pantai yang rawan gempa atau tsunami, seperti di kota-kota wilayah selatan Indonesia yang berhadapan dengan Samudera Hindia (mis: Padang), atau kota-kota di wilayah utara Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik (mis: Manado, Manokwari, Biak). Pemerintah harus mulai merangkul para ahli teknik untuk melakukan suatu simulasi gempa yang mungkin terjadi dan dengan posisi patahan atau lempengan di lokasi yang terdekat dengan letak kota. Dari simulasi gempa tersebut akan diperoleh suatu simulasi tsunami, baik ketinggian, besar, maupun kekuatan gelombang yang mungkin akan menghantam kota itu.

Semakin tinggi besaran yang digunakan dalam simulasi, tentu akan semakin menunjukkan sejauh mana dampak gempa dan tsunami atas suatu kota. Dari simulasi itu pemerintah dapat menentukan langkah-langkah yang tepat dalam perencanaan kota agar resiko gempa dan tsunami dapat diminimalisir sekecil mungkin. Bahkan jika perlu, melalui simulasi ini pemerintah dapat menetapkan kawasan-kawasan tertentu yang tidak boleh dibangun karena resiko tinggi bencana.

Sebenarnya, metode ini sudah menjadi standar dalam setiap perencanaan. Sayangnya, metode ini relatif belum dilakukan di Indonesia. Kalaupun ada, masih mengalami kendala dalam pelaksanaan atau baru sebatas seminar. Sebelum bencana tsunami di Aceh, metode ini bahkan tidak pernah diterapkan untuk mengantisipasi tsunami.

Karena itu, belajar dari bencana Jepang, sudah saatnya seluruh bidang ilmu pengetahuan dan teknologi bersatu padu demi perencanaan kota-kota di Indonesia yang lebih baik dan lebih aman.

Kita perlu belajar banyak dari Jepang menghadapi musibah bencana alam. Baik masyarakat maupun Pemerintah Jepang tidak panik dan menghadapi bencana dengan kesabaran.

Semoga bermanfaat,

Muliardy Banun.

Be Sociable, Share!
Sphere: Related Content


Silahkan Baca Artikel Terkait:
  • [VIDEO] Ingat Tsunami Di Jepang, Ingat Tsunami Di Aceh
  • Inilah Video Tsunami Jepang 11 Maret 2011
  • Jepang Dilanda Gempa 8,9 SR Dan Tsunami
  • Bencana Alam di Indonesia
  • Padang Diguncang Gempa Yang Berpusat di Bengkulu


  • 4 Comments to “Kita Harus Belajar Dari Jepang Dalam Menghadapi Bencana”


    1. Betul sekali, banyak hikmah dari setiap ujian. Dan kita harus mempersiapkan segala sesuatunya

      1
    2. Memang harus begitu sob, belajar dari kegalalan. ~> dasar yang penting
      kunjungi : http://ozy-web.blogspot.com/
      terima kasih
      sukses terus sob

      2
    3. bener juga tuh kita harus belajar gan , kita hars tabah dalam menghadapi musibah itu, makasih gan buat infonya :-?

      3
    4. nice share…

      keep posting….

      4

    1 Trackbacks/Pingbacks

    1. Kita Harus Belajar Dari Jepang Dalam Menghadapi Bencana | Muliardy ... 20 03 11

    Leave a Reply

    :wink: :-| :-x :twisted: :) 8-O :( :roll: :-P :oops: :-o :mrgreen: :lol: :idea: :-D :evil: :cry: 8) :arrow: :-? :?: :!: