Ramadhan, Menguji Kepedulian Kita Tehadap Kaum Miskin
Ramadhan, Menguji Kepedulian Kita Tehadap Kaum Miskin.
Mulai hari ini, bertepatan dengan masuknya bulan suci Ramadhan 1432 H, seluruh ummat Islam menjalankan ibadah puasa. Pada bulan ini, tak hanya puasa, tapi semua ibadah, dan apapun kegiatan yang baik, akan dibalas dengan pahala berlipat ganda. Inilah keistimewaan Ramadhan dibanding bulan-bulan lain.
Ramadhan sering pula diartikan sebagai bulan pengampunan (pembakaran) dosa. Pada bulan Ramadhan Allah memberi kesempatan menghindar dari keinginan negatif (nafsu) yang sering mewarnai kehidupan.
Rasulullah mengakui, melawan nafsu adalah perjuangan paling berat. Beliau bahkan menyebutnya sebagai jihad akbar. Bulan Ramadhan menjadi media menyucikan diri dari segala perbuatan yang dilarang agama. Bulan suci ini juga kesempatan mengasah keimanan agar mata hati lebih tajam dalam memaknai kehidupan, baik yang berhubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia.
Secara sederhana esensi perintah puasa ada dua. Pertama, mempertajam keimanan dan ketaqwaan yang diwujudkan dalam bentuk terbangun sentuhan dan hubungan erat dengan Allah. Indikatornya, hati dan nurani mampu merasakan getaran untuk menemukan di luar kita ada sesuatu yang tidak dapat kita jangkau tetapi dapat kita rasakan kehadiran, kebesaran, kearifan, kasih sayang, bimbingan, dan pengawasan-Nya.
Dengan demikian, puasa juga membekas pada perilaku kehidupan untuk senantiasa menjauhkan diri dari kepongahan, kesombongan, keserakahan, dan segala hal menyakitkan dan menodai perasaan kemanusiaan kita sepanjang tahun di luar Ramadhan.
Kedua, mempertajam sensitivitas sosial dalam bentuk ketajaman nurani dalam mendengar, melihat, dan menyikapi berbagai problem kemanusiaan di sekitar kita. Indikatornya yang paling ringan adalah mampu berempati dengan kelompok masyarakat yang kurang beruntung, seperti korban bencana alam, korban kekerasan, korban kebijakan kapitalis, dan korban berbagai ketidakadilan, baik kultural maupun struktural.
Bukan hanya menahan haus dan lapar, namun mampu merasakan jeritan hati mereka yang paling dalam. Tidak sekadar memberi upah, tetapi mampu menghargai pahit getirnya kehidupan mereka dalam berjibaku dengan kemiskinan. Tidak cuma bersedekah dan menunaikan zakat, tetapi mampu merangkul mereka keluar dari kubang kemiskinan hingga menjadi mandiri dan mampu berzakat.
Referensi : padangekspres.co.id
Sphere: Related Content




















betul sekali nih penjelasan nya , semoga bermanfaat yah, sukses selalu yah
1bener banget…,bagus sekali artikelnya..
2Judul Post nya parah bgt Kaum Miskin…
3selamat menunaikan ibadah puasa…
solusidualapan.blogspot.com
4Memang puasa adalah bulan berkah, bulan sosial dan bulan pelebur dosa .dengan adanya puasa kita jadi merasakan bahwa lapar dan menjadi miskin adalah seperti puasa sehingga tak menimbulkan ke takabburan.salam kenal dan yuk tukeran link?
5Saya sepakat dengan anda.
6N smg ramadhan ini bisa membawa manfaat bagi kita. Amiin.
semoga ramadhan dapat mempertebal keimanan kita semua. amin
7yups..
8dengan datangnya bulan ramadhan mkin bnyak aja yang berlomba-lomba dalam kebaikan. seperti menyantuni kaum duafa
nice share..
9salam kenal yaa..
Nice post
10nice blog
11This website is very interesting. . the arrangement of the theme is also good. . Don’t forget, visit my web too.thanks and good luck …
12wah benar nih om…emang kita harus peduli dengan sesama…sukses selalu..
13maen2 ke.blog,q yach